• Dibalik Keringnya Desa Krampon, Tersimpan Mata Air Tawar dan Payau


    Desa Krampon terkenal dengan desa yang memiliki luas wilayah cukup besar, berkisar 5.6 Ha yang dibagi menjadi 3 bagian dusun, yakni Krampon Timur, Krampon Barat, dan Krampon Tengah. Desa Krampon juga terkenal dengan desa yang memiliki masyarakat berpenghasilan menengah ke atas dengan jenis pekerjaan Pegawai Negri Sipil (PNS) sekitar 75% sampai 86%, akan tetapi krampon juga memiliki tingkat kesulitan tinggi akan memenuhi air untuk kebutuhan masyarakat setempat. Air menjadi kebutuhan paling penting (Dzaruriyah) bagi masyarakat desa krampon. Yang menjadi pertanyaan akan sumber air yang ada di desa Krampon adalah sebagian dari masyarakat desa krampon menyatakan bahwa sumber mata air desa Krampon yang ada memiliki jenis air dengan tingkat kepayauan yang lumayan tinggi, sehingga air tersebut kurang baik untuk dapat di konsumsi oleh masyarakat setempat. Selama ini masyarakat desa Krampon memenuhi kebutuhan tersebut dengan cara membeli air kepada Kementrian Sosial Kecamatan Torjun Kabupaten Sampang agar mengirim pasokan air untuk mereka pergunakan, menurut bapak H. Mohammad Amin selaku Kepala Desa Krampon menyampaikan, “Biasanya masyarakat sini beli air ke truck tangki itu 4 hari sekali, sekali pengiriman berkisar harga Rp. 120.000,00,- sampai dengan 160,000,00,- untuk sekali kirim”. Mengingat masyarakat Krampon memang memiliki pekerjaan yang lumayan tinggi, akan tetapi kita tidak boleh menutup mata kepada mereka yang masih memiliki tingkat prekonomian rendah, seperti petani musiman dan yang lainnya.

    Setelah sekian lama kami memiliki banyak pertanyaan mengenai keterbatasan sumber air di desa Krampon yang sedikit membingungkan, maka pada akhirnya tanggal 24 juli 2018, KKN 83 Universitas Trunojoyo Madura (UTM) memberanikan diri untuk melakukan Ekspedisi mengenai hal tersebut. Tim KKN 83 UTM menyusuri setapak demi setapak diawali dengan Dusun Krampon Tengah, setelah kami menyusuri jalan sejauh 200 M dari posko kami yang ada di Balai Desa, kami menemukan 1 sumber air berupa sumur kecil yang ada di sawah-sawah, disitu airnya sedikit keruh dan rasanya payau. Setelah itu kami melanjutkan perjalanan kami menyusuri jalan setapak menuju kearah Dusun Krampon Barat, disitu kami menemui seorang pemuda yang sedang mengambil air di salah satu sumber mata air desa Krampon. Diketahui nama pemuda tersebut adalah Yusuf, penduduk dari Dusun Krampon Barat. Setelah kami menanyai mengenai sumur sumber air tersebut, dia menjawab “Sumur ini tawar mas, dan ga keruh, serta volume airnya banyak”, kemudian kami bertanya “Memangnya yang sering menggunakan sumur ini warga desa Krampon apa hanya warga yang dekat dengan sumur ini mas?”. “Sebenarnya hanya orang-orang sini aja mas, kalau kesini dari Dusun sebelah ya susah mas ngambil dan bawanya” ucapnya, lantas kami kembali bertanya “Terus ini sumur kenapa bisa tawar mas? Sedangkan kata warga sumur-sumur di Krampon payau dan sedikit airnya”. Sambil tersenyum mas Yusuf menjawab “Sebenarnya disini itu banyak titik yang tawar dan banyak volume airnya mas, kebanyakan sumur yang tawar itu buatannya pemerintah, sedangkan buatan warga kebanyakan asin atau payau, mereka kan gatau titik-titik sumber air yang payau dan tawar, sehingga buat sumurnya dengan mengira-ngira saja, kalau pemerintah kan pastinya sudah memperhitungkan semuanya”, sambil menunjuk ke arah sebuah sumur yang ada bersebelahan dengan sumur yang tawar tadi mas Yusuf menyampaikan “Coba kamu kesana, cicipi rasa airnya, itu buatan warga mas”. Lantas kami langsung menuju ke sumur sebelah yang di tunjuk mas Yusuf tersebut, kami mengambil air dengan sebuah bak gayung yang sudah tersedia dan langsung mencicipinya. Memang sedikit berbeda dengan sumur yang di ambil airnya oleh mas Yusuf tersebut. Rasanya lebih payau, airnya bening, akan tetapi seperti banyak butiran hitam di airnya. Dengan begitu kami selaku peserta KKN 83 sedikit mengobati rasa penasaran yang ada.

  • 0 komentar:

    Posting Komentar

    KRAMPON Desaku

    Hebat dibidang apapun bukan baru bekerja karena mereka terinspirasi, namun mereka menjadi terinspirasi karena mereka lebih suka bekerja. Mereka tidak menyia-nyiakan waktu untuk menunggu inspirasi datang. (ernest Newman)

    ALAMAT

    Kec. Torjun - Kab. Sampang

    EMAIL

    desakrampon@gmail.com

    KEPALA DESA

    Amin
    +628...

    SEKRETARIS DESA

    Sudarsono
    +628...