Desa Krampon

Dusun Krampon Timur

Desa Krampon

Desa Krampon adalah desa yang berada di Kecamatan Torjun, Kabupaten Sampang, Jawa Timur Indonesia. Dilihat dari segi geografis, Desa Krampon Timur memiliki luas kurang lebih 2,8 Ha. Batas-batas wilayah Desa Krampon sebelah barat Desa Ragung, sebelah timur Desa Duleng dan Torjun, sebelah utara Desa Torjun dan selatan Desa Duleng.

  • Krampon, Torjun, Sampang, 69271
  • +6285-..., +6285-...
  • desakrampon@gmail.com
  • www.krampon.blogdesa.net
Me

Potensi Desa

Potensi di Desa Krampon...

Luas Wilayah 2,8 Ha
Banyak Dusun 3 Dusun
Jumlah Penduduk 3858 Jiwa
Banyak Rumah Tangga 874 Kepala Keluarga

Geografi dan Ketinggian

Desa Krampon Timur memiliki luas kurang lebih 2,8 Ha. Batas-batas wilayah Desa Krampon sebelah barat Desa Ragung, sebelah timur Desa Duleng dan Torjun, sebelah utara Desa Torjun dan selatan Desa Duleng. Keaadan topografi Krampon adalah dataran rendah dengan suhu udara rata-rata 34 derajat celcius.

Pemerintahan dan Penduduk

Desa Krampon memiliki 3 dusun, diantaranya Dusun Krampon Timur, Dusun Krampon Tengah, dan Dusun Krampon Barat yang terdiri dari 874 kepala keluarga. Jumlah total penduduk di Desa Krampon mencapai 3858 jiwa dengan jumlah penduduk laki-laki 1882 jiwa dan jumlah penduduk perempuan 1976 jiwa.

Pendidikan

Desa Krampon memiliki 1 Taman Kanak-Kanak. Sekolah Dasar di Desa Krampon ada 3, yaitu: SDN Krampon 1, SDN Krampon 2, dan SDN Krampon 3 serta 1 MI, yaitu: MI Krampon

Mata Pencaharian

Mayoritas mata pencaharian penduduk adalah petani dengan jumlah sebanyak 110 kepala keluarga. Sedangkan mata pencaharian yang lain adalah ternak dengan jumlah 103 kepala keluarga, perkebunan 76 kepala keluarga, dan industri kerajinan 3 kepala keluarga.

Kesehatan

Minimnya fasilitas kesehatan di Desa Krampon hanya terdapat 1 pos kesehatan. Sedangkan tenaga kesehatannya hanya ada 4 tenaga yaitu bidan.

Sosial

Sebagian besar perkumpulan olahraga di Desa Krampon banyak berkecimpung di bidang olahraga sepak bola, bola voli, dan bulu tangkis. Dan beberapa diantaranya juga memiliki perkumpulan olahraga jenis sepak bola, bola voli, dan bulu tangkis. Desa Krampon memiliki fasilitas olahraga berupa lapangan sepak bola dan bola voli. Perkumpulan sepak bola di Krampon sering menjuarai ajang sepak bola di kabupaten Sampang.

  • Pameran Daring Desiminasi Online Produk Unggulan BANACA #KKNUTMGENAP2018



    Produk Ungguan Desa Krampon berbahan dasar pisang yang dijadikan berbagai produk , seperti: Bolu Pisang, Ice Cream Pisang, dan Nugget Pisang.

    Bolu Pisang
    • Bahan-bahan
    1. 1/2 kg telur
    2. 1 sendok teh soda kue
    3. 1 sendok teh fernifal
    4. 1/2 kg gula pasir
    5. 1 gelas minyak goreng
    6. 1/2 kg tepung terigu
    7. 1 sendok makan spikulas
    8. 1/2 kg pisang
    9. mentega untuk olesan loyang
    • Cara Pembuatan
    1. Campurkan gula pasir, fernifal, soda kue dan telur kemudian mixer hingga semuanya tercampur dan berbentuk adonan kira-kira dimixer 10 menit
    2. Campurkan pisang yang sudah di haluskan ke adonan
    3. Tambahkan minyak goreng, spikulas, dan tepung terigu
    4. Dimixer kembali hingga semuanya tercampur
    5. Setelah semua bahan tercampur, masukkan adonan ke loyang dan tambahkan toping irisan pisang kemudian kukus hingga matang kira-kira 20 menit
    Ice Cream Pisang
    • Bahan-bahan
    1. 1 sisir pisang susu
    2. 1/4 kg susu bubuk
    3. 1 kaleng susu cair
    4. 1 sendok teh baking powder
    5. 3 sendok makan tepung maizena
    • Cara Pembuatan
    1. Campurkan pisang, susu bubuk, susu cair, baking powder dan tepung maizena
    2. Mixer hingga berbentuk adonan dna teksturnya sangat halus
    3. Masukkan adonan es krim ke cup es krim
    4. Dinginkan hingga beku
    Nugget Pisang

    • Bahan-bahan
    1. 1/2 kg pisang
    2. 1 vanili
    3. 5 sendok makan gula pasir
    4. 5 sendok makan  tepung terigu
    5. 1/2 kg tepung roti
    6. 1/2 kg minyak goreng
    • Cara Pembuatan
    1. Haluskan pisang, setelah halus kemudian campurkan vanili dan tepung
    2. Setelah tercampur kukus adonan hingga matang
    3. Setelah matang, iris tipis-tipis kemudian celup irisan tersebut ke tepung terigu yang sudah dicampur dengan air setelah itu lumuri dengan tepung roti
    4. Goreng hingga berwarna kecoklatan
    Produk Banaca











  • Bangunan Peninggalan Belanda Sebagai Aset Desa Krampon

    Sekitar tiga ratus lima puluh tahun penjajahan Belanda terhadap Indonesia  selain membuat kerugian besar juga bermanfaat untuk Indonesia. Hal ini dibuktikan dengan adanya bangunan-bangunan yang dibangun pada saat penjajahan berlangsung dan menjadi sebuah peninggalan saat Indonesia sudah merdeka. Bangunan Belanda tidak hanya berpusat pada satu daerah saja tetapi banyak wilayah yang ada bangunan-bangunan Belanda seperti di Desa Krampon, Torjun Sampang Madura. Bangunan hasil belanda seperti PT Garam, kereta api, pt pos, gula tebu dan lain sebagainya yang sampai sekarang menjadi aset Desa Torjun. Karena Indonesia merdeka maka hasil dari pemerintahan Belanda diserahkan terhadap Pemerintahan Indonesia. hal ini diungkapkan oleh Bpk Agus Supriadi.

    Namun, peninggalan-peninggalan Belanda seperti rel kereta api yang dulunya untuk berlangsungnya proses perekonomian dan transportasi masyarakat, namun setelah Belanda tidak lagi berada di Indonesia maka aset-aset tersebut banyak yang dibiarkan dan tidak terawat. Akibatnya banyak yang hilang. Padahal jika diteruskan maka akan membantu masyarakat Madura dalam hal transportasi dan lainnya. Tetapi tidak dapat dipungkiri bahwa masih banyak pula aset-aset yang sampai sekarang masih tetap dijaga dan dilanjutkan oleh pemerintahan Indonesia seperti PT Garam dan rumah-rumah yang dibangun oleh Belanda. Rumah-rumah peninggalan Belanda yang ada di Desa Krampon  sampai sekarang masih tetap dijaga dan bahkan dihuni oleh masyarakat Desa Krampon. Dulunya rumah-rumah tersebut dibangun untuk  ditinggali oleh pengurus PT Garam dan tidak lain adalah orang-orang Belanda. Namun kembali lagi ketika Indonesia sudah merdeka terdapat penyerahan sepenuhnya terhadap Indonesia. Maka dari itu sekarang rumah-rumah Belanda tersebut dihuni oleh orang Indonesia.

    Bangunan dari rumah tersebut masih asli dan belum pernah direnovasi. Hanya saja ketika cat nya sudah mulai pudar maka akan diperbarui dengan mengecat dengan warna yang lain. Dahulu warnanya adalah abu-abu, namun sekarang berubah menjadi hijau seperti yang tertera pada gambar diatas yaitu salah satu gambar rumah yang didokumentasikan oleh tim kkn 83 UTM. Bangunan-bangunan Belanda menjadi daya tarik tersendiri  bagi desa Krampon sekaligus menjadi aset yang harus tetap dijaga sampai kapanpun. Maka dari itu masyarakat desa Krampon perlu untuk terus menjaga keutuhan rumah dan bangunan peninggalan Belanda tersebut agar tetap terpelihara dan terus menjadi aset yang khas dari Desa Krampon. 
  • Keterbatasan Membuat Harga Tembakau Menurun

    Banyaknya petani tembakau Desa Krampon Kecamatan Torjun Kabupaten Sampang mengeluhkan air untuk penyiraman tanaman tembakau, tanah mengering dan pecah pecah menghambat pertumbuhan daun yang hijau subur dan melebar dikarenakan Desa Krampon memang kesusahan air pada musim kemarau sehingga untuk penyiraman harus menunggu air hujan atau membeli dari penjual air tentunya modal yang dibutuhkan lebih besar sedangkan untuk perawatan dari tembakau pada umur satu minggu tanah sekitar tanaman harus ditata agar akar pada tanaman lebih kokoh dan merekat dengan kuat pada tanah.

    Masyarkat Desa Krampon mayoritas menanam tembakau dikarenakan selain tembakau merupakan tanaman yang  tahan panas juga dengan alasan tidak adanya pengepul yang tanaman lain selain tembakau, Bu Siti Desa Krampon Tengah (27/07/2018) menjelaskan bahwa penanaman lain selain tembakau tidak laku dengan alasan tidak adanya pengepul yang masuk ke Desa Krampon, dengan pengalaman Ibu Siti yang pernah menanam kacang panjang beliau merasa rugi dikarenakan tidak laku terjual dan jika diarahkan ke pasar penjualan hanya laku seribu dua ribu dengan tawaran ibu ibu rumah tangga, namun seandainya ada pengepul yang masuk maka dapat terjual seluruhnya dan hasil yang didapat akan nyata. 

    Pemasaran tanaman tembakau menghandalkan pengepul yang masuk ke Desa Krampon dengan sistem “Tebas” atau dibeli dengan keseluruhan satu petak tanah mulai dari besar kecilnya daun atau baik buruknya kualitas distandarkan dengan harga dari pengepul. Alasan masyarakat tidak menjual tembakau yang sudah dipotong tipis menjadi kering dikarenakan pengepul tidak membeli dengan harga tinggi sehingga jika dibeli di tempat dan dalam keadaan daun tua masih di tangkai tanaman makan harga lebih murah, alasan yang kedua adalah modal untuk peralatan pemotongan daun dan penjemuran tembakau yang terbilang mahal untuk proses tanaman tembakau yang sudah kering. 


  • Dibalik Keringnya Desa Krampon, Tersimpan Mata Air Tawar dan Payau


    Desa Krampon terkenal dengan desa yang memiliki luas wilayah cukup besar, berkisar 5.6 Ha yang dibagi menjadi 3 bagian dusun, yakni Krampon Timur, Krampon Barat, dan Krampon Tengah. Desa Krampon juga terkenal dengan desa yang memiliki masyarakat berpenghasilan menengah ke atas dengan jenis pekerjaan Pegawai Negri Sipil (PNS) sekitar 75% sampai 86%, akan tetapi krampon juga memiliki tingkat kesulitan tinggi akan memenuhi air untuk kebutuhan masyarakat setempat. Air menjadi kebutuhan paling penting (Dzaruriyah) bagi masyarakat desa krampon. Yang menjadi pertanyaan akan sumber air yang ada di desa Krampon adalah sebagian dari masyarakat desa krampon menyatakan bahwa sumber mata air desa Krampon yang ada memiliki jenis air dengan tingkat kepayauan yang lumayan tinggi, sehingga air tersebut kurang baik untuk dapat di konsumsi oleh masyarakat setempat. Selama ini masyarakat desa Krampon memenuhi kebutuhan tersebut dengan cara membeli air kepada Kementrian Sosial Kecamatan Torjun Kabupaten Sampang agar mengirim pasokan air untuk mereka pergunakan, menurut bapak H. Mohammad Amin selaku Kepala Desa Krampon menyampaikan, “Biasanya masyarakat sini beli air ke truck tangki itu 4 hari sekali, sekali pengiriman berkisar harga Rp. 120.000,00,- sampai dengan 160,000,00,- untuk sekali kirim”. Mengingat masyarakat Krampon memang memiliki pekerjaan yang lumayan tinggi, akan tetapi kita tidak boleh menutup mata kepada mereka yang masih memiliki tingkat prekonomian rendah, seperti petani musiman dan yang lainnya.

    Setelah sekian lama kami memiliki banyak pertanyaan mengenai keterbatasan sumber air di desa Krampon yang sedikit membingungkan, maka pada akhirnya tanggal 24 juli 2018, KKN 83 Universitas Trunojoyo Madura (UTM) memberanikan diri untuk melakukan Ekspedisi mengenai hal tersebut. Tim KKN 83 UTM menyusuri setapak demi setapak diawali dengan Dusun Krampon Tengah, setelah kami menyusuri jalan sejauh 200 M dari posko kami yang ada di Balai Desa, kami menemukan 1 sumber air berupa sumur kecil yang ada di sawah-sawah, disitu airnya sedikit keruh dan rasanya payau. Setelah itu kami melanjutkan perjalanan kami menyusuri jalan setapak menuju kearah Dusun Krampon Barat, disitu kami menemui seorang pemuda yang sedang mengambil air di salah satu sumber mata air desa Krampon. Diketahui nama pemuda tersebut adalah Yusuf, penduduk dari Dusun Krampon Barat. Setelah kami menanyai mengenai sumur sumber air tersebut, dia menjawab “Sumur ini tawar mas, dan ga keruh, serta volume airnya banyak”, kemudian kami bertanya “Memangnya yang sering menggunakan sumur ini warga desa Krampon apa hanya warga yang dekat dengan sumur ini mas?”. “Sebenarnya hanya orang-orang sini aja mas, kalau kesini dari Dusun sebelah ya susah mas ngambil dan bawanya” ucapnya, lantas kami kembali bertanya “Terus ini sumur kenapa bisa tawar mas? Sedangkan kata warga sumur-sumur di Krampon payau dan sedikit airnya”. Sambil tersenyum mas Yusuf menjawab “Sebenarnya disini itu banyak titik yang tawar dan banyak volume airnya mas, kebanyakan sumur yang tawar itu buatannya pemerintah, sedangkan buatan warga kebanyakan asin atau payau, mereka kan gatau titik-titik sumber air yang payau dan tawar, sehingga buat sumurnya dengan mengira-ngira saja, kalau pemerintah kan pastinya sudah memperhitungkan semuanya”, sambil menunjuk ke arah sebuah sumur yang ada bersebelahan dengan sumur yang tawar tadi mas Yusuf menyampaikan “Coba kamu kesana, cicipi rasa airnya, itu buatan warga mas”. Lantas kami langsung menuju ke sumur sebelah yang di tunjuk mas Yusuf tersebut, kami mengambil air dengan sebuah bak gayung yang sudah tersedia dan langsung mencicipinya. Memang sedikit berbeda dengan sumur yang di ambil airnya oleh mas Yusuf tersebut. Rasanya lebih payau, airnya bening, akan tetapi seperti banyak butiran hitam di airnya. Dengan begitu kami selaku peserta KKN 83 sedikit mengobati rasa penasaran yang ada.

  • BANACA, Inovasi Baru Dalam Mengolah Pisang di Desa Krampon

    Produk olahan pisang memang bukan suatu hal yang baru dalam dunia kuliner. Kebanyakan, produk olahan pisang merupakan jajanan tradisional yang diolah untuk konsumsi di rumah saja. Namun Kuliah Kerja Nyata (KKN) Universitas Trunojoyo Madura (UTM) yang berada di Desa Krampon mencoba mengenalkan pembaharuan dari olahan pisang. Produk olahan ini berupa ice cream, nugget dan kue bolu yang diharapkan dapat meningkatkan kesejahteraan ekonomi masyarakat Desa Krampon. “Banaca” adalah sebutan dari hasil olahan pisang tersebut.Bahan dasar dari banaca adalah pisang kepok dan pisang susu, tetapi jenis pisang yang lain juga dapat dijadikan bahan dasar agar lebih muda diperoleh dan dapat dijangkau dengan mudah.

    Sabtu, 28 Juli 2018 KKN 83 UTM melakukan sosialisasi serta praktek lansung dengan sasaran Ibu-ibu PKK. Produk banaca dibuat satu persatu dimulai dari bolu pisang terlebih dahulu, kemudian dilanjutkan dengan nugget dan berakhir dengan ice cream pisang. Praktek banaca menghabiskan waktu yang cukup lama karena mengingat bahwa tiga produk tersebut membutuhkan proses memasak dengan waktu beberapa jam. Akan tetapi ketiga produk tersebut dapat terselesaikan sesuai dengan yang direncanakan. Acara juga  berjalan dengan lancar ketika disambut dengan antusias  oleh  ibu-ibu PKK yang hadir. Canda tawa serta rasa penasaranlah yang menjadikan kami semakin bersemangat pula untuk mensuskseskan program kerja yang dibidik untuk program unggulan dari Desa Krampon. sehingga hasil dari sosialisasi dan praktek langsung proker banaca mendapat hasil yang memuaskan.

    Olahan pisang sebenarnya bukan lagi produk yang unik untuk semua kalangan. Tetapi dengan kehadiran banaca maka menjadi hal baru dan menginspirasi untuk kalangan Ibu Riumah Tangga. Karena [tujuan dari pembuatan produk banaca tak lain adalah untuk mengangkat perekonomian desa Krampon khususnya IRT agar memiliki menghasilan sendiri dan mengisi waktu luang. Dengan memanfaatkan sumber daya alam yang ada tepatnya di Desa Krampon nantinya akan menjadi sebuah inspirasi yang berkelanjutan dan memiliki nilai jual tinggi yang berbeda dari desa lainnya. 


  • Posko Pintar, Siap Menjadi Relawan Pengajar

    Pendidikan merupakan kebutuhan fundamental bagi setiap orang karena dengan belajar kita dapat membuka cakrawala dunia dan dapat bersaing di zaman yang semakin canggih ini. Sehingga kita tidak tertinggal dan tergerus oleh laju perubahan era yang kian cepat. Sehingga pendidikan mutlak diperlukan oleh setiap orang yang ada di masyarakat terutama oleh kalangan muda seperti anak-anak.

    Pada kehidupan nyata tidak sedikit anak-anak desa yang tertinggal dari anak-anak kota jika dilihat dari segi pendidikan. Di kota-kota besar anak-anak cenderung memiliki fasilitas pendidikan yang memadai dan mendukung kelancaran kegiatan belajar mengajar. Berbeda halnya dengan pendidikan yang ada di desa terutama di Desa Krampon.

    Pendidikan di Desa Krampon dapat dikatakan dalam kondisi yang kurang baik karena kurangnya tenaga pengajar yang berstatus PNS, minimnya fasilitas yang dapat menunjang kegiatan belajar mengajar seperti: perpustakaan, laboratorium, dan media pembelajaran, selain itu terdapat beberapa bangunan yang kurang layak digunakan sebagai ruang kelas. Kendala-kendala tersebut tentu mempengaruhi proses kegiatan belajar mengajar yang berdampak pada tidak optimalnya pelajaran yang dapat diterima oleh peserta didik.  
    Berangkat dari permasalahan di atas kelompok KKN 83 Universitas Trunojoyo Madura berinisiatif untuk mendirikan posko pintar. Pada posko pintar tersebut anak-anak di Desa Krampon dapat menimba ilmu dari teman-teman mahasiswa yang melakukan pengabdian. Posko pintar tersebut membantu anak-anak yang kesulitan dengan mata pelajaran yang telah diajarkan di sekolah. Selain itu posko pintar memberikan pembelajaran kepada anak-anak dengan metode fun learning.

    Dengan metode pembelajaran fun learning akan membuat anak-anak menyerap pembelajaran secara lebih optimal. Karena materi disampaikan dengan konsep belajar dan bermain. Sehingga membuat anak-anak tidak merasa letih dan bosan.

    Posko pintar dilaksanakan pada hari Selasa, Rabu, dan Kamis pukul 16.00 – 17.00 WIB. Lokasi balai desa yang berdekatan dengan pemukiman warga membuat balai desa menjadi tempat strategis untuk berkumpulnya anak-anak. Kendala yang dihadapi pada posko pintar ini adalah banyak kendaraan roda besar yang melintas sepanjang jalan raya Desa Krampon. Hal ini membuat sebagian orangtua tidak mengizinkan anak mereka untuk datang ke posko pintar. Namun hal ini telah ditangani dengan cara membantu menyeberangkan anak-anak yang datang ke posko dan mengawasi mereka untuk tetap berada di lingkungan balai desa. Selain itu, ada beberapa orangtua yang dengan senang hati mengantarkan anak mereka ke posko pintar untuk belajar.

  • Minimnya Tenaga Pengajar Tak Membuat Semangat Belajar Pudar

    Kegiatan Belajar Mengajar (KBM) kelompok KKN di Desa Krampon merupakan salah satu kegiatan rutin dilakukan setiap hari di seluruh Sekolah Dasar Negeri (SDN) di Desa Krampon. Kegiatan ini dilaksanakan atas keluhan masarakat atas kurangnya pendidikan tentang bahasa inggris di Desa Krampon, meskipun dalam perencanaan yang disusun, program ini tidak ada. Namun dengan pertimbangan dari hasil musyawarah dengan seluruh Kepala Sekolah Desa Krampon, program ini diadakan atas rekomendasi dari Kepala Desa Krampon.

    Hasil dari musyawarah tersebut menyatakan bahwa seluruh SDN di Desa Krampon masih kekurangan tenaga pengajar. Bahkan salah satu SD favorit di Desa Krampon, yakni SDN Krampon 1 masih terdapat guru yang berstatus sukarelawan. Ironisnya, beberapa sukarelawan tersebut telah mengajar selama 20 tahun disana tanpa pengangkatan status. Sedangkan di SDN lain seperti SDN Krampon 2 dan SDN Krampon 3 permasalahannya tidak hanya pada tenaga pengajar, namun pada fasilitas yang terbatas. Seperti tidak adanya ruang perpustakaan dan halaman sekolah.

    Namun karena permasalahan fasilitas tidak memungkinkan untuk dimasukan ke dalam salah satu program tambahan, lalu diputuskan agar kelompok KKN 83 hanya fokus mengisi kekurangan tenaga pengajar di seluruh SDN di Desa Krampon.

  • Kebiasaan Anak Desa Krampon di Sore Hari

    Jalan-jalan sore adalah adalah salah satu bentuk dari kegiatan KKN 83 UTM yang tujuannya untuk mengenal lebih dalam lingkungan dan masyarakat yang ada di Desa Krampon. tidak hanya sekedar mengenal tetapi juga berusaha untuk berbaur dan memahami kehidupan mereka. Hal yang sangat berarti untuk kita semua adalah semangat dari generasi-generasi penerus bangsa yang masih berkobar. Dengan senyuman yang mereka lontarkan mengartikan bahwa dengan keadaan yang seperti apapun mereka masih mempunyai semangat tinggi untuk terus belajar dan menemukan jati diri. Keterbatasan-keterbatasan yang dialami tidak akan menjadi penghalang untuk melanjutkan aktivitas. Jika saja orang dewasa memikirkan ekonomi untuk sehari-hari namun generasi-generasi bangsa seperti yang ada di atas hanya memikirkan bagaimana indahnya bermain dan belajar. Satu hal yang dapat diambil pelajaran dari sini adalah untuk tetap tersenyum untuk segala sesuatu dan tetap berusaha dalam keadaan apapun.

    Potret yang terpapar diatas adalah bagian dari aktivitas generasi cilik yang setiap harinya bermain sepedah ontel untuk sekedar berjalan-jalan dan bermain ditengah kesibukan Sekolah Dasar dan Madrasah. Aktivitas pagi yang mereka lakukan adalah belajar di bangku pendidikan sekolah formal. Kurang lebih tujuh jam mereka berada di Sekolah Dasar kemudian dilanjutkan dengan Madrasah yaitu bentuk dari Pendidikan Agama dan Moral. Malam haripun mereka masih melanjutkan dengan mengaji. Dengan aktivitas yang setiap harinya padat dengan pembelajaran tentunya merekja juga memiliki rasa jenuh. Karena untuk usia dibawah lima belas tahun masih besar kemauan untuk hanya bermain dan bersenang-senang.

    Pengakraban yang kami lakukan bukan hanya sekedar untuk tau kegiatan mereka tetapi juga bertujuan untuk mengajak adik-adik untuk ikut meramaikan program yang sudah dibuat yaitu posko pintar yang didalamnya adalah kegiatan belajar bersama. Output dari program posko pintar yaitu menciptakan perkembangan belajar mereka. Sambutan baik dari adik-adik serta masyarakat Desa Krampon membuat kami sangat nyaman untuk terus mengabdidan siap untuk membantu kemajuan Desa Krampon, Torjun Sampang. 

  • Kegiatan FGD Krampon Mendapat Respon Baik Masyarakat

    Forum Group Discussion (FGD) merupakan salah satu program wajib Kuliah Kerja Nyata (KKN) mahasiswa Universitas Trunojoyo Madura (UTM) yang dilaksanakan di Desa  Krampon. Program ini ditujukan untuk memaparkan seluruh program kerja selama 26 hari dan mendiskusikan relevansi seluruh program tersebut kepada masyarakat. Secara adat atau budaya setempat program ini juga bisa disebut sebagai ajang untuk meminta izin kepada segenap struktur dan tokoh masyarakat Desa Krampon.

    Secara garis besar, terdapat tujuh program kerja yang diutarakan kelompok KKN 83 di forum ini. Program FGD ini yang pertama, selanjutnya ada Posko Pintar, Cinta Lingkungan, pembuatan produk Banaca, sosialisasi teknologi terapan berupa Filterasi Air Keruh, Semarak 17 Agustus, dan terakhir Gebyar Gempita.

    Dari seluruh program yang disampaikan, beberapa diantaranya mendapat respon dari masyarakat untuk dimusyawarahkan lebih lanjut. Salah satunya adalah program teknologi terapan berupa Filterasi Air Keruh. Meskipun beberapa masyarakat menilai filterasi air keruh kurang relevan di Desa Krampon. Beberapa masyarakat juga menyarankan jika sebaiknya filterasi air keruh dialihfungsikan menjadi filterasi air payau menjadi air tawar. Karena memang tidak memungkinkan merubah air payau menjadi air tawar dalam skala besar, masyarakat pun memaklumi. Sebab untuk merubah air payau menjadi air tawar membutuhkan alokasi yang tidak sedikit dengan hasil yang tidak sebanding. Maka teknologi yang memungkinkan diterapkan hanya berupa filterasi air keruh yang diharapkan dapat mengurangi limbah air kotor saat menguras tandon air. 

    Selanjutnya program yang mendapat respon positif dari masyarakat adalah produk olahan Banaca berupa es krim, kue bolu, dan nugget pisang. Selain itu, program Posko Pintar juga menjadi sorotan tanggapan masyarakat. Kebanyakan tanggapan datang dari ibu-ibu Pembinaan Kesejahteraan Keluarga (PKK) sebab tertarik akan pemberian pelajaran tambahan kepada putra-putrinya, dan juga pelatihan kewirausahaan  yang mungkin bisa menjadi pendapatan tambahan keluarga.
  • Imunisasi Dini Melawan Virus Difteri


    Sejak bulan Januari lalu, Gubernur Jawa Timur (Jatim) telah menetapkan Jatim berstatus Kejadian Luar Biasa (KLB) virus difteri. Status ini telah menyebar di 14 kabupaten kota di Jatim dan salah satu yang terparah ada di Kabupaten Sampang. Menurut data Dinas Kesehatan setempat sekitar 38 pasien yang terjangkit di Sampang dan kabarnya dua diantaranya telah meninggal.

    Menyikapi kasus tersebut, Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jatim menginstruksikan imunisasi vaksin  di seluruh Jatim untuk memutus penyebaran virus tersebut. Di Desa Krampon sendiri vaksinisasi dilakukan oleh pihak Pos Kesehatan Desa (Poskesdes) kepada anak usia 6-12 tahun. 

    Kegiatan imunisasi ini dilakukan selama dua hari di seluruh sekolah dasar dan madrasah ibtidaiyah di Desa Krampon. Pihak Poskesdes juga dibantu oleh mahasiswa Universitas Trunojoyo Madura (UTM) yang tengah menempuh Kuliah Kerja Nyata (KKN) di Desa Krampon untuk memudahkan pihak Poskesdes dalam melaksanakan imunisasi tersebut. Sebab banyak juga diantara siswa-siswi tingkat SD  takut akan jarum suntik.

    Perlu diketahui, virus difteri merupakan virus yang mudah sekali penyebarannya meskipun tidak terlalu mematikan namun jika penangannya terlambat dapat juga menyebabkan kematian. Virus ini adalah salah satu virus yang dapat dicegah melalui imunisasi, dan pemerintah Indonesia telah menetapakan imunisasi terhadap virus difteri sebagai program wajib. Penyebaran virus ini dapat dikatakan mudah, seperti minum pada gelas yang sama dengan penderita difteri atau karena bersentuhan dengan luka (borok) penderita difteri.

    Virus difteri akan menghasilkan racun yang akan membunuh sel-sel sehat dalam tenggorokan, sehingga akhirnya menjadi sel mati. Sel-sel yang mati inilah yang akan membentuk membran (lapisan tipis) abu-abu pada tenggorokan. Di samping itu, racun yang dihasilkan juga berpotensi menyebar dalam aliran darah dan merusak jantung, ginjal, serta sistem saraf. Gejala difteri umumnya ditandai dengan pilek berkepanjangan dan sakit tenggorokan atau serak. Tapi virus ini juga dapat menyerang kulit yang menyebabkan borok dan demam. Segera periksakan diri ke dokter jika Anda atau anak Anda menunjukkan gejala-gejala di atas. Penyakit ini harus diobati secepatnya untuk mencegah komplikasi.

    KRAMPON Desaku

    Hebat dibidang apapun bukan baru bekerja karena mereka terinspirasi, namun mereka menjadi terinspirasi karena mereka lebih suka bekerja. Mereka tidak menyia-nyiakan waktu untuk menunggu inspirasi datang. (ernest Newman)

    ALAMAT

    Kec. Torjun - Kab. Sampang

    EMAIL

    desakrampon@gmail.com

    KEPALA DESA

    Amin
    +628...

    SEKRETARIS DESA

    Sudarsono
    +628...